All posts in "Kesehatan"

Mengapa Orang Diabetes Baiknya Makan Nasi Dingin?

Published a few months ago in Kesehatan - 0 Comments
makan nasi dingin untuk diabetes

Orang yang diabetes terkadang merasa hidupnya serba sulit, terutama dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Pasalnya cukup banyak pantangan dan rambu-rambu yang harus dipahami oleh mereka yang menderita kelainan metabolik satu ini.

Pada umumnya, seorang penderita kadar gula darah tinggi akan disuruh oleh dokter untuk memperhatikan makan makanan yang diasup sehari-hari supaya gula darah tidak meningkat karena menu makan yang salah.

Sebab jika salah dalam memilih asupan pangan malah membuat derita orang yang memiliki diabet bisa semakin parah dengan semakin rusaknya organ vital di dalam tubuh akibat kelainan metabolisme tubuh.

Nah, salah satu sumber pangan yang jamak dihindari penderita diabetes adalah makan nasi, gula ataupun kue-kue manis yang tentu saja memiliki kandungan gula sangat tinggi. Biasanya untuk beberapa hal seperti menghindari gulu atau kue manis sangat mudah dilakukan bagi sebagian besar orang, tapi tidak dengan nasi terutama nasi yang masih hangat dibilang sangat tinggi kadar gulanya.

Melalui tulisan ini saya ingin berbagi informasi mengenai mitos adanya gula yang tinggi atau tidak pada nasi panas, sehingga diluar sana disarankan untuk lebih memilih nasi yang sudah dingin untuk dikonsumsi.

makan nasi dingin untuk diabetes

Diluar sana santer terdengar bahwa jika orang diabet masih makan nasi panas akan sangat beresiko meningkatkan kadar gula darah hingga tak terkontrol. Faktanya menurut pakar kesehatan, antara nasi panas dan nasi dingin memiliki kandungan kalori yang sama, sekitar 175 kalori per 100gr nya.

Namun yang menarik adalah, indeks glikemik dari nasi dingin bakal jauh menurun kalau dibandingkan dengan nasi panas. Nah, dari fakta tersebut membuat nasi dingin akan dicerna lebih lama sekaligus membantu cegah meningkatnya kadar gula darah di waktu yang singkat.

Memang sih, nasi dingin jauh lebih baik ketimbang masih makan nasi yang panas khususnya bagi penderita diabetes, hal tersebut dilihat dari angka indeks glikemiks yang rendah pada nasi dingin.

Namun banyak pakar kesehatan dan nutrisi menyarankan seseorang dengan kadar gula darah yang tinggi untuk mulai membatasi jumlah porsi nasi putihnya ketimbang bingung dengan nasi panas atau dingin yang dimakan.

Sebab dengan melakukan pembatasan makanan yang dimakan maka bisa membantu untuk tidak berlebihan dalam memasukkan kadar gula ke dalam tubuh. Selain pembatasan tersebut perlu juga ditambahkan dengan asupan buah serta sayur mayur guna menambah serat di dalam tubuh, karena serat memiliki peran yang sangat penting dalam pengendalian kadar gula di dalam darah.

Tidak lupa jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan protein dan lemak sehat secara seimbang, seperti makan makanan dengan protein baik dari ayam kampung, tahu, tempe serta mengasup lemak sehat yang berasal dari alpokat, kacang almond dll.

Dengan melakukan pola hidup yang seimbang baik dari asupan makanan maupun aktifitas harian yang teratur niscaya kadar gula dalam darah akan semakin baik dan terkontrol. Mulailah dengan rajin minum air putih yang bagus untuk detoks serta membantu proses metabolisme tubuh dan rajin juga berolahraga ringan supaya otot tubuh bisa berfungsi dan bertumbuh optimal.

Dengan melatih kekuatan otot, maka asupan kelebihan gula dan tenaga akan lebih mudah diserap oleh otot sehingga kadar gula yang tinggi tidak akan terjadi. Semoga informasi ini bisa membantu Anda untuk semakin lebih sehat lagi. Selamat mencoba dan semoga sehat selalu!

Apa Sih Sumber Karbohidrat Terbaik bagi Penderita Diabetes?

Published last year in Kesehatan - 0 Comments
sumber karbohidrat untuk diabetes

Bagi seseorang yang menderita diabetes tentunya seringkali dihadapkan pada jenis sumber makanan yang dikonsumsi. Sebab selain kudu selektif dalam memilah makanan juga tujuannya supaya memiliki stabilitas kadar gula darah yang baik. Dengan demikian diharapkan tidak memperparah kondisi diabetesnya.

Nah, dalam kesempatan kali ini saya ingin menulis dari apa yang diperoleh dari literatur, baik buku kesehatan maupun jurnal kesehatan lainnya bahwa salah satu yang perlu diperhatikan adalah pemilihan sumber makanan pokok, yakni karbohidrat.

Di Indonesia sendiri, dari keragaman lokasi dan pulau-pulau di nusantara bisa kita sepakati bahwa sebagian besar penduduk mengkonsumsi nasi, jagung dan kentang sebagai sumber asupan karbohidrat yang kerap dimakan.

Sebelum lebih jauh membahas, perlu dipahami dulu sebuah pakem yang harus Anda tahu bahwa bagi seorang penderita diabetes sangat direkomendasikan untuk mengkonsumsi makanan dengan kadar indeks glikemik yang rendah.

Apa itu Indeks Glikemik (IG)?

Indeks Glikemik merupakan sebuah standar untuk mengukur secepat apa asupan karbohidrat yang dikonsumsi bakal dibuah menjadi glukosa (gula) sebagai sumber energi, dan skalanya diukur dari angka 0-100.

IG ini juga menjadi acuan penting untuk mengetahui seberapa cepat tubuh manusia memproduksi insulin karena karbohidrat yang masuk ke dalam asupan makanannya. Makin rendah nilai IG nya bisa dipastikan semakin kecil pula pengaruhnya untuk meningkatkan insulin yang berpengaruh terhadap perubahan kadar gula darah.

Nah, sekarang mari kita tengok bersama, antara Nasi putih, jagung dan kentang mana yang lebih baik, ataukah ada alternatif lain yang lebih baik khususnya buat penderita diabetes?

Nasi vs Kentang vs Jagung

Sebelum menentukan sumber makanan karbohidrat apa yang paling tepat untuk mereka yang menderita diabetes, sebaiknya perlu diketahui dulu tentang Indeks Glikemik masing-masing sumber makanan pokok tersebut.

sumber karbohidrat untuk diabetes

Inget ya, seperti telah disebutkan sebelumnya semakin tinggi angka IG nya, maka makin tinggi pula potensi untuk melonjakkan kadar gula darah yang tentunya sangat dihindari bagi orang-orang diabetes.

Dilansir dari tabel IG yang saya dapatkan disini, membandingkan dari setiap 150 gram masing-masing sumber bahan pokok tersebut memiliki perbedaan IG, yakni nasi putih sebesar 72, kentang 82 sedangkan jagung sebesar 48.

Dari sumber tersebut juga dikatakan kalau angaka IG diatas 70 dikakan tinggi, 56-69 sedang, dan dibawah 55 bisa dikatakan rendah. Sehingga jika kita telaah bersama dan bandingkan antara nasi, kentang dan jagung yang bisa dikatakan memiliki Indeks Glikemik yang rendah adalah jagung.

Haruskah Makan Jagung bagi Penderita Diabetes?

Dari apa yang kita lihat bersama diatas memang makanan jagung merupakan sumber asupan karbohidrat yang lebih tepat bagi orang yang mengalami gula darah tinggi.

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan Dr. Artemio Salazar, profesor University of Philippines Los Banos, yang mengungkapkan bahwa di dalam jagung terdapat kandungan amilosa yang tinggi dibandingkan beras sehingga serat jagung lebih lambat dicerna yang membuat lonjakan gula darah tidak tinggi.

Lalu pertanyaannya yang berikut adalah apakah seorang yang mengalami diabetes seterusnya harus makan jagung, tidak pernah makan nasi, kentang atau sumber karbohidrat lainnya?

Tentu saja tidak perlu sampai demikian, bagi mereka yang mengalami diabetes intinya adalah menjaga pola makan yang baik agar kadar gula darahnya bisa terkontrol dengan tepat. Sebab jika membiarkan gula darah di dalam tubuh tinggi terus menerus lambat laun akan terjadi komplikasi buruk pada organ tubuh yang bisa membahayakan kesehatan dan jiwa penderita diabetes.

Ada baiknya untuk mengadopsi pola makan secukupnya, kemudian aktif melakukan kegiatan fisik secara seimbang supaya tubuh terus beradapatasi untuk menghasilkan tenaga yang digunakan bagi aktifitas fisik.

Tidak lupa juga untuk mencukupi istirahat 6-8 jam sehari serta utamakan minum air putih dalam kehidupan sehari-hari. Sebaiknya hindari minuman mengandung gula, karena jika Anda belum tahu angka Indeks Glikemik dalam gula pasir adalah 100. Nah loh!

Simak juga video mengenai karbohidrat yang baik atau yang buruk bagi kesehatan di bawah ini:

Begini Caranya Menikmati Nasi Putih bagi Orang Diabetes

Published last year in Kesehatan - 0 Comments
menikmati makan nasi putih

Sudah banyak orang pengidap diabetes yang dalam pola makannya sudah meninggalkan nasi putih dan beralih ke sumber karbohidrat lain yang memiliki indeks glikemik lebih rendah daripada nasi.

Namun tidak sedikit juga yang masih belum bisa menanggalkan kebiasaan dari kecil tersebut terlebih ada semboyan “ Jika belum makan nasi rasanya gak kenyang “.

Tapi seperti kita ketahui bersama, mengkonsumsi nasi putih ternyata bisa menaikkan kadar gula darah di dalam tubuh secara signifikan dan bagi mereka yang sudah menderita diabetes tentunya lompatan gula darah tersebut sangat dihidari mengingat kemampuan pankreas mereka sudah lemah akibat metabolisme tubuh yang sudah buruk.

Tapi tahukah Anda? Ternyata ada cara yang lebih mudah dalam memangkas kandungan gula di dalam nasi putih agar bisa dinikmati lebih baik oleh para diabetasi.

menikmati makan nasi putih

Professor Jeyakumar Henry, seorang ahli nutrisi dari Clinical Nutrition Research Centre (CNRC) Singapura, menyatakan bahwa semua terletal dari seberapa banyaknya jumlah asupan nasi. Dan juga bagaimana Anda menyantapnya dan dengan apa supaya tidak terlalu bermasalah dengan lonjakan gula darah.

Sebab dari sebuah studi penelitian yang telah dirilis oleh European Journal of Nutrition mengemukakan bahwa makan  nasi putih dengan perpaduan yang tepat justru akan menurunkan angka IG dari nasi tersebut.

Seperti dilansir oleh The Star, di dalam sebuah studi kasus nasi bersama lauk ayam khas Singapura diperoleh hasil bahwa perpaduan makanan tersebut menghasilkan indeks glikemik sebesar 50, dari semula nasi putih yang berkisar diantara 72 hingga 96.

Dengan demikian gabungan antara nasi putih dengan sayuran, minyak kacang tanah dan dada ayam khas dari negeri jiran tersebut bisa membantu asupan dengan kadar IG yang disarankan, yakni di bawah 55.

Seperti diketahui, asupan makanan yang memiliki indeks diatas 70 dikategorikan tinggi dan bagi penderita diabetes wajib menghindari makan makanan seperti itu.

Dari penelitian yang sama juga menemukan hasil bahwa sebelum makan nasi sebaiknya menghirup sup kaldu ayam maupun sup daging terlbih dulu, sebab kandungan asam aminonya yang tinggi bisa meningkatkan sekresi insulin sehingga membantu memetabolisme kadar gula darah lebih baik.

Jika Anda ingin menikmati nasi putih secara maksimal tanpa khawatir berlebihan dengan kadar gula darah yang naik drastis, ini ada sebuah studi lain yang mengatakan bahwa setelah makan minumlah susu kedelai guna mengurangi masuknya jumlah gula darah yang terlalu tinggi ke dalam tubuh.

Gula darah yang terlalu tinggi dan dibiarkan secara berkepanjangan tentu bukanlah merupakan hal yang baik, sebab diabetes pada dasarnya bukan penyakit namun jika tida ditangani secara bijak menjaga kadar gula darah agar stabil, maka akan berpotensi merusak organ vital di dalam tubuh yang bisa menyebabkan gagal ginjal, amputasi, kebutaan hingga kematian.

Hal tersebut terjadi oleh karena kondisi pankreas yang sudah terlalu letih untuk menetralisir kelebihan gula di dalam darah sehingga pada satu titik tertentu tidak bekerja maksimal dan kandungan gula tinggi tersebut akan merusak sistem penting di dalam tubuh.

Maka dari itu, penting adanya untuk menerapkan pola hidup sehat dan pola makan yang baik agar kesehatan dapat terjaga lebih lama dan juga kualitas hidup Anda sangat baik. Mulai sekarang, jangan anggap remeh diabetes ya, atur makan, berolahraga secara rutin dan memiliki istirahat yang cukup adalah salah satu usaha sederhana untuk menghindari diabetes.

Orang Sakit Diabetes Gak Boleh Makan Nasi, Masa sih?

Published a couple of years ago in Kesehatan - 0 Comments
diabetes makan nasi

Tidak bisa dipungkiri, di setiap lapisan masyarakat Indonesia akan mengamini sebuah pepatah bahwa “ Belum makan namanya kalau tidak melahap nasi “, dan hal tersebut juga terngiang di telinga saya hingga saat ini.

Lantas bagaimana dengan orang-orang yang menderita diabetes atau kadar gula darah terlalu tinggi? Sebab bagi mereka, nasi atau lebih tepatnya karbohidrat harus diperhatikan betul-betul asupannya. Bahkan ada yang beranggapan sudah tidak boleh makan nasi lagi. Hmm.., berat juga ya..

Namun yang ingin saya sampaikan saat ini adalah apakah betul seperti itu? Sebab seperti kita ketahui bahwa karbohidrat merupakan salah satu makro nutrisi yang diperlukan oleh tubuh setiap harinya. Dan nasi adalah salah satu sumber karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh akan hal tesebut.

Nah, untuk lebih jelasnya simak beberapa hal berikut ini ya

Aturan Makan Nasi

Makan yang serba manis tentunya sebagai hal yang sangat dihindari oleh Diabetasi, pasalnya makanan seperti nasi, gula, kentang, jagung dan sumber karbohidrat lainnya dianggap sebagai musuh bebuyutan yang akan membuat kadar gula darah naik secara signifikan.

diabetes makan nasi

Tidak sedikit juga mereka yang mengalami diabetes untuk memutuskan tidak makan nasi sama sekali. Padahal pada dasarnya tetap diperbolehkan untuk konsumsi nasi, hanya saja perlu diperhatikan cara makan dan kondisi yang tepat.

Dibawah ini hal-hal yang perlu Anda ketahui perihal konsumsi nasi yang tepat dikala sakit diabetes.

  1. Makan nasi dengan indeks glikemik rendah

Bayangkanlah, bagaimana ketika nasi putih yang masih hangat pmengepul disandingkan dengan lauk pauk kegemaran kita, hal tersebut merupakan momen paling enak disaat bersantap dan setiap orang pasti mengiyakan.

Akan tetapi nasi seperti itu sebenarnya tidak baik bagi penderita kencing manis (diabetes) oleh sebab kandungan glikemik nya yang sangat tinggi, sehingga disarankan untuk lebih menyantap nasi dingin yang sudah didiamkan semalam sehingga terbentuk serat pati resisten guna menghindari lonjakan kadar gula darah.

Memang bagi saya pribadi nasi yang sudah dingin tersebut rasanya kurang enak, entah kalo menurut Anda..

Bagi sebagian orang, alih-alih mengkonsumsi nasi dingin dari semalam mereka lebih memilih nasi merah yang dipercaya memiliki indeks glikemik lebih rendah serta kandungan serat yang lebih tinggi. Tujuannya tentu saja agar kadar gula darah lebih dapat dikontrol.

  1. Makan nasi secukupnya

Yah, walaupun sebagai diabetasi tidak dilarang untuk makan nasi tentunya hal lain yang wajib dipatuhi adalah makan dengan porsi secukupnya, karena dengan makan secukupnya hanya untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh akan karbohidrat.

Mungkin banyak yang bertanya seberapa besar porsi makan yang bisa dimakan seharinya? Secara garis besar seorang penderita diabetes bisa makan nasi sekitar 45-60 gr seharinya. Kalau dibuat dalam takaran kurang lebihnya ½ gelas yang terisi nasi.

Adapun hal tersebut bukanlah aturan baku, disesuaikan dengan keparahan diabetes, usia, aktifitas harian dan juga jangan lupa selalu konsultasikan dengan ahli gizi dan dokter Anda.

  1. Lengkapi dengan lauk pauk yang sehat

Hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah melengkapi dengan lauk pauk yang sehat dan alami agar tidak membuat kadar gula darah malah bertambah tinggi.

Jenis menu pelengkap ini antara lain makanan yang berserat tinggi seperti sayur mayur hijau bisa dikukus maupun ditumis, dan pastikan Anda memenuhi kebutuhan serati ini setiap harinya ya supaya membantu metabolisme tubuh dalam mencegah kenaikan gula darah.

Untuk makanan berprotein Anda bisa peroleh melalui daging ayan maupun sapi yang tidak berlemak dan diolah menggunakan minyak zaitun atau minya kelapa. Mengkonsumsi ikan laut 2x seminggu juga sangat baik menjaga kesemibangan metabolisme tubuh dalam mengatur gula darah.

  1. Rajin cek kadar gula darah

Selain melakukan ketiga hal diatas, tentunya yang bisa Anda lakukan adalah berusaha menjaga kadar gula darah agar stabil dengan cara rajin mencek kadar gula darah di dalam tubuh supaya bisa terus mengevaluasi kondisi tubuh dan kadar gula darah.

Jika sangat terpaksa Anda ingin mengkonsumsi sesuatu yang manis bisa mengganti gula dengan pemanis buatan yang banyak tersedian di supermarket. Namun tentunya Anda juga perlu bijak dalam menggunakan supaya tidak menimbulkan msalah baru mengingat produk-produk tersebut juga tidak baik jika dikonsumsi secara berlebihan.

Btw, mungkin Anda ingin tahu lebih jauh mengenai diabetes dan bagaimana mengatur pola hidup seimbang agar lebih sehat? Simak yuk video berikut ini: